Adbox

Review Jurnal Aplikasi Data Mining untuk Menampilkan Tingkat Kelulusan Mahasiswa dengan Algoritma Apriori


JUDUL
Aplikasi Data Mining untuk Menampilkan Tingkat Kelulusan Mahasiswa dengan Algoritma Apriori
PENULIS
Benni R Siburian
TAHUN
2014
JURNAL & VOL
ISSN (2301-9425) Volume VII – No. 2, Agustus 2014
REVIEWER
Muhammad Andri Wardika (1441177004174)


Abstrak :
Pertumbuhan yang pesat dari akumulasi data telah menciptakan kondisi kaya akan data tapi minim informasi. Data mining merupakan penambangan atau penemuan informasi baru dengan mencari pola aturan tertentu darisejumlah data dalam jumlah besar yang diharapkan dapat mengatasi kondisi tersebut.
Dengan memanfaatkan data induk mahasiswa dan data kelulusan mahasiswa, diharapkan dapat menghasilkan informasi tentang tingkat kelulusan dengan data induk mahasiswa melalui teknik data mining.
Kategori tingkat kelulusan di ukur dari lama studi dan IPK. Algoritma yang digunakan adalah algoritma apriori, informasi yang ditampilkan berupa nilai support da nconfidence dari masing-masing kategori tingkat
kelulusan.

1.     INTRODUCTION
            Data Mining adalah serangkaian proses untuk menggali nilai tambah dari suatu kumpulan data berupa pengetahuan yang selama ini tidak diketahui secara manual. Patut diingat bahwa kata mining sendiri berarti usaha untuk mendapatkan sedikit barang berharga dari sejumlah besar material dasar.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan konsep Data Mining untuk menampilkan tingkat kelulusan mahasiswa dan juga menerapkan Algoritma Apriori untuk menampilkan hal tersebut sekaligus merancang Aplikasi dengan Data Mining.
Tujuan dari penggunaan teknik Algoritma Apriori adalah algoritma paling terkenal untuk menemukan pola frekuensi tinggi. Pola frekuensi tinggi adalah polapola item di dalam suatu database yang memiliki frekuensi atau support di atas ambang batas tertentu yang disebut dengan istilah minimum support. Pola frekuensi tinggi ini digunakan untuk menyusun aturan assosiatif dan juga beberapa teknik data mining lainnya.
2.     LITERATURE REVIEW
Han menjelaskan Data mining adalah kegiatan menemukan pola yang menarik dari data dalam jumlah besar, data dapat disimpan dalam database, data warehouse, atau penyimpanan informasi lainnya. Data mining berkaitan dengan bidang ilmu – ilmu lain, seperti database system, data warehousing, statistik, machine learning, information retrieval, dan komputasi tingkat tinggi. Selain itu, data mining didukung oleh ilmu lain seperti neural network, pengenalan pola, spatial data analysis, image database, signal processing.
Davies membagi karakteristik data mining sebagai berikut :
a. Data mining berhubungan dengan penemuan sesuatu yang tersembunyi dan pola data tertentu yang tidak diketahui sebelumnya.
b. Data mining biasa menggunakan data yang sangat besar. Biasanya data yang besar digunakan untuk membuat hasil lebih dipercaya.
c. Data mining berguna untuk membuat keputusan yang kritis, terutama dalam strategi.
Han juga menjelaskan beberapa tahapan pada data mining, tahap-tahap tersebut bersifat interaktif, pemakai terlibat langsung atau perantaraan knowledge base. Dan berikut adalah tahap-tahao dalam data mining : Pembersihan data (data cleaning), Integrasi data (data integration), Seleksi Data (Data Selection), Transformasi data (Data Transformation), Proses mining, Evaluasi pola (pattern evaluation), Presentasi pengetahuan (knowledge presentation).

3.     METODOLOGI
Ada beberapa algoritma yang sudah dikembangkan mengenai aturan asosiasi, namun ada satu algoritma klasik yang sering dipakai yaitu algoritma apriori. Ide dasar dari algoritma ini adalah dengan mengembangkan frequent itemset. Dengan menggunakan satu item dan secara rekursif mengembangkan frequent itemset dengan dua item, tiga item dan seterusnya hingga frequent itemset dengan semua ukuran.
Untuk mengembangkan frequent set dengan dua item, dapat menggunakan frequent set item. Alasannya adalah bila set satu item tidak melebihi support minimum, maka sembarang ukuran itemset yang lebih besar tidak akan melebihi support minimum tersebut. Secara umum, mengembangkan set dengan fc-item menggunakan frequent set dengan k – 1 item yang dikembangkan dalam langkah sebelumnya. Setiap langkah memerlukan sekali pemeriksaan ke seluruh isi database.
Dari jumlah besar aturan yang mungkin dikembangkan, perlu memiliki aturanaturan yang cukup kuat tingkat ketergantungan antar item dalam antecedent dan consequent. Untuk mengukur kekuatan aturan asosiasi ini, digunakan ukuran support dan confidence. Support adalah rasio antara jumlah transaksi yang memuat antecedent dan consequent dengan jumlah transaksi. Confidence adalah rasio antara jumlah transaksi yang meliputi semua item dalam antecedent dan consequent dengan jumlah transaksi yang meliputi semua item dalam antecedent.
­S =  
Keterangan :
S = Support
­(­­+­­) = Jumlah transaksi yang mengandung antecedent dan consequencent
Σ(­) = Jumlah transaksi

C =
C = Confidence
­(­­+­­) = Jumlah transaksi yang mengandung antecedent dan consequencent
Σ(­­) = Jumlah transaksi yang mengandung antecedent.
5.     KESIMPULAN
            Algoritma apriori ini dapat diimplementasikan dalam perancangan aplikasi menggunakan Data Mining. Metode yang diusulkan untuk membuat merancang aplikasi data mining menggunakan aplikasi Microsoft Visual Basic Net 2008 dapat mudah dipahami oleh programmer bahkan yang pemula. Dan metode ini dapat menampilkan informasi tingkat kelulusan secara efektif

Share on Google Plus

About Unknown

0 komentar:

Posting Komentar